Posted by : Unknown Jumat, 31 Mei 2013

Berjalan menyusuri gang
Sempit, terkekang,
Seolah-olah dimata-matai.

Menunduk termalu,
dengan pikiran tak menentu,
Perempuan dengan alis tebal,
menjadi tokoh pembicaraan.



Terbesut sebuah pertanyaan,
Mengapa dia istimewa?
hanya menjadi sebuah misteri yang hilang.

Melihat hanya prioritas utama,
Percakapan sangat Absurd,
Banyak kesempatan,
Tapi terlalu malu.

Matanya bagai matahari,
Tak sanggupkuh menatap,
Jantung berdetak kencang.

Hanya malu, malu dan malu menjadi teman setia,
Hanya karena seorang lawan jenis,
Tak seperti lawan jenis lain, dia berbeda.

Yap, Aku lelaki pemalu,
Kau bisa bilang ku Pecundang,
Hanya bisa mengumpat.



@notahomoerectus

Leave a Reply

Silahkan komentar, tapi cuci tangan dulu.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Orang Nyasar Ke Sini

humanwithlove.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © Not A Homo Erectus -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -