Posted by : Unknown Jumat, 31 Mei 2013

Sejak pertama melihatmu, kau istimewa, lalu ku bertanya, "Apakah ini surga?", kau berbeda, sama tapi berbeda dengan yang lain. Seketika keluar "Apakahku bisa mendapatkanmu?", hanya tuhan yang tahu.

Lalu ku berusaha mencari identitasmu, semua sosial media kugali, saat kumenemukannya, menjadikan tak serius menjadi serius.

Bertahun-tahunku menanti, akankah ini terjadi, hari demi hari, hingga menjadi tahun, dan pada akhirnya, sebuah kesempatan besar menanti.




Pada hari pertama kumerhati, lalu mencari, hingga kumendekati, semoga kudapati.

Tanpa malu ku minta nomermu, dengan senang hati kau memberikan, senyum, "Apakah dia tertarik denganku?".

Hingga malam hari kuberaksi, pesan singkat tersampaikan, Dari berdiskusi pekerjaan rumah aku bisa membuat percakapan dengannya, pada saat itu PR sangat kubutuhkan. Lima puluh lebih pesan percakapan hingga larut malam, sangat akrab sekali.

Hingga esok hari, ketika betemu empat mata, tak dapat keluar satupun kata dari mulutku, detak jantung sangat cepat, melihat matanya pun tak bisa. Ini tak seperti semalam, dimana waktu tak bisa membatasi, tapi sekarang sebaliknya.

Ya Tuhan, kenapa harus begini?.

Hari demi hari berlanjut, kesempatan emas silih berganti, tak satupun berguna.

Hampir satu tahun berlalu, percakapan tak terjadi, masih saling sendiri.

Apakah ini dapat berlanjut, Tuhan?



@notahomoerectus

Leave a Reply

Silahkan komentar, tapi cuci tangan dulu.

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

Orang Nyasar Ke Sini

humanwithlove.blogspot.com. Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

- Copyright © Not A Homo Erectus -Metrominimalist- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -